Nama : Ratih Astuti
NIM : 165211020
Kelas : 2A-ABS
Pengertian
CSV
Creating Shared Value (CSV)
adalah sebuah konsep dalam strategi bisnis yang menekankan pentingnya
memasukkan masalah dan kebutuhan sosial dalam perancangan strategi perusahaan.
CSV merupakan pengembangan dari konsep tanggung jawab sosial perusahaan
(Corporate social responsibility, CSR). Konsep ini pertama kali diperkenalkan
oleh Michael Porter dan Mark Kramer pada tahun 2006 dalam artikel Harvard
Business Review. Artikel tersebut berisi pemahaman dan contoh relevan
perusahaan yang telah mengembangkan hubungan mendalam antara strategi
perusahaan dengan tanggung jawab sosial. Konsep ini kemudian dibahas lagi
secara mendalam pada artikel "Creating Share Value" pada tahun 2011.
Contoh
Pengaplikasian CSV Pada Perusahaan PT Pertamina Lubricants
PT Pertamina Lubricants (PTPL),
anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor pelumas, dalam
menjalankan program tanggung jawab sosial (CSR) telah mengubah pola pendekatan
dari filantropi yang hanya fokus pada donasi dan voluntir menjadi pendekatan
creating shared value (CSV). CSV adalah kemitraan strategis yang dapat
menciptakan dampak dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Evolusi
program CSR PTPL tersebut melalui program Enduro Student Program (ESP) untuk
kemandirian ekonomi masyarakat.
"Enduro Student Program pada
Agustus 2017 masuk batch 2, program ini sebenarnya telah dimulai pada
2016," ujar Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Fitri Erika dalam
keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (3/10/2017). Menurut Erika, ESP
berfokus pada sektor pendidikan berupa peningkatan pendidikan bidang otomotif
sepeda motor dan kewirausahaan. Tujuannya mencetak wirausaha tenaga muda
produktif Indonesia di bidang otomotif khususnya perbengkelan.
Pada program ESP, peserta
diberikan pelatihan teknik sepeda motor bersama Balai Latihan Kerja Industri
(BLKI), praktik kerja dan mentorship oleh bengkel mitra binaan Pertamina
Lubricants, pelatihan kewirausahaan, serta pendampingan usaha perbengkelan. Sasaran
utama adalah siswa atau alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK dipilih
karena merupakan jenjang pendidikan yang sangat erat kaitannya dengan industri
otomotif dan teknologi. Segmen ini sesuai dengan kegiatan industri yang dijalankan
oleh perusahan. "Dari program ESP batch I telah mencetak wirasuaha muda
baru dengan merintis lima bengkel baru di Cilacap," tambah Erika lagi.
Pada batch pertama, peserta yang
mengikuti program ESP sebanyak 18 orang ditambah tiga orang dari program sebelumnya.
Kemudian pada batch 2, diikuti 20 peserta dari seluruh SMK yang berada di Kabupaten
Cilacap, Jawa Tengah.
Selain ESP, program tanggung
jawab sosial lainnya yakni bengkel mitra binaan dan perajin drum bekas oli.
Untuk bengkel mitra binaan, syarat utamanya adalah bengkel kecil dengan usia
bisnis lebih dari lima tahun. Setelah melalui pemetaan didapatkan ada 7
bengkel. Bengkel-bengkel ini juga kemudian menjadi tempat bagi peserta ESP
berkonsultasi terkait permasalah perbengkelan. Dampak dari program tangggung
jawab sosial yang dilakukan oleh PTPL cukup signifikan. Harapan adanya sharing
value benar terlaksana. Misalnya dari program ESP, keterampilan para siswa
semkin bertambah, mereka mampu menjadi mekanik bengkel yang andal dan menjual
produk pelumas Pertamina kemudian mereka memiliki bengkel sendiri.
"Satu sisi para peserta
menjadi mandiri dengan memiliki usaha sendiri atau memiliki keterampilan di
bidang perbengkelan. Di sisi lain, produk pelumas milik Pertamina (Enduro) laku
terjual," katanya. Begitu juga dengan program bengkel mitra binaan yang
dilakukan, produk pelumas Pertamina terus dipromosikan dan penjualannya pun
meningkat. Sementara itu dari sisi UKM furnitur, mampu memanfaatkan limbah daru
drum oli dan membawa manfaat ekonomi dan bagi Pertamina dari sisi branding ada
furniture stylist dengan warna khas Pertamina.
Risna Resnawaty, pakar CSR dari Universitas Padjadjaran, menilai positif perubahan skema pendekatan CSR dari filantropi ke CSV apalagi bertujuan memberdayakan masyarakat. Program unggulan Pertamina Lubricants, yaitu Enduro Student Program adalah salah satu bentuk CSR yang bagus karena nilai social return on investment(SRoI) mencapai 4,77. "Itu lebih bagus, di atas 1 pun sudah bagus," ujar Risna. Menurut dia, kegiatan CSR wajib diberitakan berdasarkan tiga faktor. Pertama, mempromosikan tentang pemecahan masalah sosial. Kedua, advokasi keadilan sosial. Ketiga, keuntungan yang diperoleh dari program CSR tersebut tidak hanya sebatas perusahaan, tapi juga masyarakat dan pemerintah. "Agar program CSR terimplementasi dengan baik perlu sejumlah strategi seperti masuk dalam visi perusahaan, inovasi secara konsisten, SDM yang tangguh, serta kolaborasi dengan pemerintah dan LSM. Juga perlu memahai tren global, tren politik dan target SDG’s," ujarnya.
Risna Resnawaty, pakar CSR dari Universitas Padjadjaran, menilai positif perubahan skema pendekatan CSR dari filantropi ke CSV apalagi bertujuan memberdayakan masyarakat. Program unggulan Pertamina Lubricants, yaitu Enduro Student Program adalah salah satu bentuk CSR yang bagus karena nilai social return on investment(SRoI) mencapai 4,77. "Itu lebih bagus, di atas 1 pun sudah bagus," ujar Risna. Menurut dia, kegiatan CSR wajib diberitakan berdasarkan tiga faktor. Pertama, mempromosikan tentang pemecahan masalah sosial. Kedua, advokasi keadilan sosial. Ketiga, keuntungan yang diperoleh dari program CSR tersebut tidak hanya sebatas perusahaan, tapi juga masyarakat dan pemerintah. "Agar program CSR terimplementasi dengan baik perlu sejumlah strategi seperti masuk dalam visi perusahaan, inovasi secara konsisten, SDM yang tangguh, serta kolaborasi dengan pemerintah dan LSM. Juga perlu memahai tren global, tren politik dan target SDG’s," ujarnya.
Hidayat Tantan, pengamat media
dan CEO Visi Dunia Energi, mengatakan agar berita CSR perusahaan dapat tayang
di media, aktivitas CSR harus menonjolkan sisi penerima manfaat CSR sehingga
kisahnya menjadi inspirasi bagi pembaca. "Ada local hero yang diangkat
lebih baik lagi. Selain itu, perlu diperbanyak media visit agar media tahu
secara persis kondisi di lapangan," katanya.
Referensi :
http://busori.blogspot.co.id/2013/01/creating-shared-value-menciptakan.html
https://ekbis.sindonews.com/read/1245162/34/pertamina-lubricants-ubah-charity-ke-csv-1507046999
Tidak ada komentar:
Posting Komentar